<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d12933336\x26blogName\x3dBook+Of+Days\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dTAN\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://revakayla.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://revakayla.blogspot.com/\x26vt\x3d9146066841017932862', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Book Of Days
Lembaran penuh cerita tentang Reva, Ayah dan Bunda -- untuk dibaca, dibagi dan kelak dikenang.

Thursday, October 19, 2006

Rapor dan Lebaran

Jam 9 pagi tadi, Bunda ke sekolah Reva untuk mengambil Buku Laporan Pendidikan & Perkembangan Anak Didik (panjang amat, singkatnya: rapor) sambil ngobrol2 dengan 2 orang guru kelasnya. Hasil pengamatan pada Reva secara umum cukup bagus. Keliatan perkembangan di hampir semua aspek pendidikan. Tapi... ada tapinya nih hehe. Menurut bu guru, Reva perlu lebih aktif lagi di kelas. Dia masih suka malu2, nggak banyak bicara, dll. Meskipun sekarang ini udah lebih baik daripada awal2 sekolah dimana Reva sama sekali nggak bersuara :D

Reva memang begitu dari dulu, kalo di tempat laen yang bukan rumahnya, bukan rumah neneknya, bukan tempat umum sejenis mal misalnya, dia mendadak jadi pendiem dan pasif. Perlu waktu lama banget supaya bisa keluar aslinya hehe. Bunda ceritain ke bu guru bahwa kalo di rumah Reva super aktif hehe. Nggak berenti bergerak dan mulutnya nggak berenti ngoceh. Bahkan tidurpun dia aktif :D
Hal lain menurut bu guru, Reva perlu lebih dilatih menghapal doa2 dan surat2 pendek. Kalo pelajaran berdoa, katanya Reva mau mengikuti tapi dengan suara pelan. Waduh... Bunda kasih tau lagi deh bu guru bahwa sebenarnya Reva udah hapal beberapa doa seperti doa mau makan, doa masuk kamar mandi, doa mau tidur, dll. Al Fatihah pun dia hapal. Dan kalo di rumah, dia baca keras2 :D Kebetulan Bunda sering ngerekam suara Reva kalo lagi nyanyi ato berdoa, di hp. Bunda tunjukkin ke bu guru. Surprise juga bu guru denger Reva baca surat Al Fatihah dengan suara kenceng hehe.
Bukan cuma berdoa, menyanyi di sekolah pun Reva terlihat kurang bersemangat. Mau mengikuti tapi pelan. Duh... duh... padahal dia hapal banyak lagu anak2 (termasuk 2 lagu berbahasa Inggris yaitu 'Twinkle Twinkle Little Star' dan 'Are You Sleeping') dan kalo nyanyi di rumah suaranya... Mariah Carey aja lewat (termasuk nyanyi lagu ini: "yeyaki buaya dayat, buceeetttt !" hehe). Lagi2 Bunda tunjukkin rekaman Reva yang lagi nyanyi ke bu guru. Dan lagi2 bu guru surprise denger suara Reva yang (super) kenceng :D

Dari pertemuan itu, setidaknya Bunda dan guru kelas Reva jadi tau bahwa Reva di rumah sangat berbeda dengan Reva di sekolah (jaim gitu ya ? hihihi). Jadi kami (ortu + guru) perlu mendorong dia untuk bisa lebih berani, nggak malu2, lebih pe-de gitu lah :D Heran juga Bunda, Ayahnya kelebihan pe-de kok anaknya kurang pe-de alias jago kandang hehe.

Ngomongin soal doa, Bunda punya cerita. Reva sudah hapal gerakan solat. Dia juga hapal surat Al Fatihah. Kalo solat berjamaah, saat Ayah membaca Al Fatihah dengan keras, Reva ikutan baca dengan keras juga. Tapi rupanya kalo solat sendirian, dia belum ngeh bahwa doa yang dibaca saat bersedekap adalah Al Fatihah.

Bunda: "Reva mau solat ?" (ngeliat Reva menggelar sajadah sendiri sementara Bunda lagi duduk2 di kasur).
Reva: "Iya. Yepa mau toyat tayaweh"

Mulailah dia solat.
Reva: "Awohuakbah" (mengangkat 2 tangan lalu bersedekap).
Biasanya dia akan diam saja, lalu bertakbir lagi dan ruku. Tapi kali ini nggak.
Reva: "Bismiyah hiyohman niyohim..."
Bunda kaget. Wah anakku mau baca Al Fatihah.
Reva: "Awoh huma bayiklana fimaa yojaktana waqina ajabana. Amin..."
Reva: "Awohuakbah" (lalu ruku)

Weh, itu khan doa mau makan hahahaha.

********************


Berhubung besok hari terakhir ngantor sebelum cuti lebaran, ijinkan kami sekeluarga mengucapkan:

Selamat Idul Fitri 1427 H
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Posted by Bunda Reva @ 12:17 PM   8 comments

Friday, October 13, 2006

Si Selalu-Ingin-Tau

Salah satu sifat balita yang menggemaskan (hehe) adalah rasa keingintahuannya yang tinggi. Semua hal ditanyain, apa yang mereka dengar, apa yang mereka lihat.
Reva juga begitu. Sejak bisa ngomong, kalimat andalannya antara lain: "apa tuh ?" dan "suaya apa tuh ?" (=suara apa tuh). Kalo dia udah tanya, jangan harap bisa menunda jawaban karena dia akan mengulang pertanyaan itu dengan oktaf yang lebih tinggi sampe kita denger dan menjawab. Lucunya, di tengah2 tangisan yang kenceng pun, kalo dia denger suara, dia tetep nanya dan berenti nangis sejenak. "waaaaa....waaaa.... suaya apa tuh ?" :D
Setelah kosakatanya nambah, kalimat tanyanya nambah juga. Malah dia mulai suka pake kata tanya 'kok'.

Lokasi: Di dalam mobil, setelah melewati patung harimau yang lagi mangap.

Reva: "Itu patung haimooo putih !" (haimo = harimau)
Reva: "Bunda tangannya mau masuk ?"
Bunda: "Masuk kemana ?"
Reva: "Ke muyut"
Bunda: "Mulut siapa ?"
Reva: "Muyut haimo"
Bunda: "Gak mau ah. Takut"
Reva: "Kok takut ?"
Bunda: "Iya, Bunda takut digigit. Nanti tangannya bisa putus"
Reva: "Kok putus ?"
Bunda: "Iya, harimau khan giginya tajem"
Reva: "Kok tajem ?"
Bunda: "Iya, karena harimau makannya daging"

Piuhh... untung pertanyaannya berenti sampe disitu :D

Masih di dalam mobil, gak berapa lama dari kasus harimau.

Reva: "Itu ada kakak" (ngeliat anak yang minta2 di jalan)
Bunda: "Iya, kasian ya kakaknya"
Reva: "Kok kasian ?"
Bunda: "Iya, kakaknya laper tuh"
Reva: "Kok laper ?"
Bunda: "Kakaknya nggak punya nasi buat dimakan. Makanya Reva jangan suka buang2 nasi ya"
Reva: "Kok nggak punya nasi ?"
Bunda: "Karena kakaknya nggak punya uang"
Reva: "Kok nggak punya uang ?"
Bunda: "Iya, uang ayahnya nggak cukup buat beli nasi"
Reva: "Kok nggak cukup ?"
Ayah (ikut nimbrung): "Karena miskin"
Reva: "Kok miskin ?"
Bunda: "Karena ayahnya nggak kerja"
Reva: "Kok nggak kerja ?"
Bunda: "Soalnya ayahnya lagi sakit"
Reva: "Kok sakit ?"

Astaga... nggak berenti2 :D Itu aja baru bepergian di dalam kota. Kebayang kan kalo pergi ke luar kota ? hehe

Lokasi: Mesjid, waktu tarawih.

Reva: "Bunda, Ayah mana ?"
Bunda: "Ayah solat di sebelah sana" (sambil nunjuk tempat solat laki2).
Reva: "Kok Ayah disana ?"
Bunda: "Karena Ayah laki2, disini tempat perempuan"
Reva: "Yepa puanpuan ya ?"
Bunda: "Iya, Reva perempuan. Bunda sama Mbak juga perempuan"
Reva manggut2.

Nggak lama kemudian terdengar suara DKM mengumumkan sesuatu.
Reva: "Itu suaya Ayah ya ?"
Bunda: "Bukan, itu suara Om"

Mungkin dia pikir Ayah satu2nya orang di tempat solat laki2 hehe.

Lokasi: Ruang TV, waktu nonton film Oliver Twist.

Reva: "Itu kakaknya mau apa ?"
Bunda: "Mau pergi"
Reva: "Pegi kemana ?"
Bunda: "Pergi cari rumah. Kasian dia nggak punya rumah".

Jeda sebentar. 1 menit kemudian...
Reva: "Mana yumahnya ?"
Bunda: "Nanti, belum sampe"
Reva: "Kok belum sampe ?"
Bunda: "Khan jauh"
Reva: "Kok jauh ?"
Bunda: "Iya, jauh. Kakaknya jalan kaki jadi lama"

Jeda sebentar. Lalu Reva ngeliat Oliver Twist berhenti berjalan dan mengambil air dari genangan di jalan untuk diminum.
Reva: "Itu kakaknya mau wudhu ya ?"

*gubrak*

Lokasi: Ruang TV, waktu nonton film Spiderman.

Reva: "Bunda, itu Om-nya kenapa ?"
Bunda: "Om-nya sakit, tadi kan digigit ama laba2"
Reva: "Gak boyeh ! Om-nya nggak boyeh digigit yaba2 !"
Bunda: "Khan nanti Om-nya jadi Spiderman"
Reva: "Gak boyeh ! Om-nya nggak boyeh jadi Pemen" (jauh bgt yak Spiderman ama Pemen hehe)
Bunda: "Lho, trus siapa yang jadi Spiderman ?"
Reva: "Bunda aja !"

*gubrak*

Posted by Bunda Reva @ 4:10 PM   6 comments