<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d12933336\x26blogName\x3dBook+Of+Days\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dTAN\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://revakayla.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://revakayla.blogspot.com/\x26vt\x3d5279680883321216130', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Book Of Days
Lembaran penuh cerita tentang Reva, Ayah dan Bunda -- untuk dibaca, dibagi dan kelak dikenang.

Tuesday, July 18, 2006

First Day

Kemarin, Senin 17 Juli 2006, adalah hari pertama Reva masuk sekolah di Taman Azhar (TA) Al Azhar Syifa Budi. Bangun pagi, makan sedikit sekali (meskipun sudah dengan segala bujuk rayu), mandi, pake baju, pake sepatu, bawa bekel, trus berangkat deh. Sampe sekolah, murid2 sudah berkumpul di halaman sekolah. Akan ada upacara pembukaan tahun ajaran baru. Semua berseragam (dari TK sampe SMP), kecuali murid2 TA seperti Reva. Di Al Azhar Cilegon, baru tahun ini dibuka kelas Playgroup yang disebut Taman Azhar.

Reva langsung mau masuk kelas diajak oleh gurunya. Bunda dan Mbak asisten nunggu di luar. Menjelang upacara pembukaan, murid2 TA keluar dari kelas. Lega ngeliat Reva mau berbaris dengan temen2nya, tanpa mencari Bunda. Bunda khawatir juga karena Reva termasuk lama beradaptasi dengan lingkungan baru. Selesei upacara, balon dan burung merpati dilepas ke udara, Bunda ada perasaan nggak enak, pengen ngedeketin Reva di barisan. Eh bener, dia lagi nangis dipangku gurunya hehe. Kata Bu Guru, Reva nyari Bunda. Tapi di sela2 tangisnya Reva sempet bilang: "Bayonnya... tebanggg". Lho, jadi ini nangis karena nyari Bunda ato karena nggak rela balonnya dilepas ke udara sih :D

Setelah upacara, murid2 masuk ke dalam kelas. Gara2 nangis tadi, mood Reva jadi nggak bagus. Nggak mau ditinggal Bunda. Di dalam kelas diem aja padahal disitu banyak sekali mainan. Jadilah Bunda duduk di dalam kelas bersama ibu2 lainnya hehe. Memang sih hampir semua anak belum bisa ditinggal ortunya. Ada malah yang sejak datang nangis terus, nggak mau bareng temen2nya, nggak mau lepas dari Mbaknya dan nggak mau masuk kelas :D Ada juga yang bener2 nempel ibunya, megangin kaki ibunya yang berdiri di deket pintu :D Ah berarti Reva masih lumayan :D

Setelah ditemenin Bunda dan makan bekel, Reva mulai senyum2. Mau lagi diajak gurunya maen boneka. Dan semangat maen basket. Dari sekian maenan yang ada, basket yang dipilih :D Keliatannya anak Bunda berbakat jadi atlit nih hehe. Bunda ada di dalam kelas dengan ibu2 lainnya sampe sekolah selesei sekitar jam 9.30. Bunda emang sengaja nungguin Reva, di hari pertama saja.
Terharu rasanya ngeliat Reva mulai sekolah. Terharu juga karena Bunda harus duduk di dalam kelas PG (Bunda pikir Bunda bakal nunggu di luar kelas) hehe. Nggak papa deh toh dulu Bunda nggak ngerasain PG :D


Si baju pink, wajahnya masih sedih karena habis nangis :D


Serius dengerin Bu Guru, maklum mau dikasih kue dan balon hehe.

PS: Indonesia berduka lagi. Kemarin gempa 6,8 SR mengguncang Jawa dan mengakibatkan tsunami di pantai selatan Jawa. Tsunami paling parah melanda pantai Pangandaran, Ciamis, Jabar.

Posted by Bunda Reva @ 10:15 AM   3 comments

Thursday, July 13, 2006

Celoteh Reva

Di suatu sore setelah Bunda pulang kantor.

Reva: "Tadi Yepa ke yumah Aik" (Aik = Ariq, tetangga depan rumah yang seumur Reva)
Bunda: "Ngapain di rumah Ariq ?"
Reva: "Maen-maen"
Bunda: "Sama sapa ?"
Reva: "Sama Mah Apa" (Mah Apa = Mas Alfa, kakaknya Ariq)
Bunda: "Mamanya Ariq ada nggak ?"
Reva: "Ada kok" (Reva sekarang suka pake kata 'kok')
Bunda agak heran juga. Rasanya Mamanya Ariq kerja dan biasanya pulang setelah Magrib.
Bunda: "Sedang apa Mamanya Ariq ?"
Reva: "Sedang pegi"

Hihihihi.

***************

Reva masih bingung dengan kata tanya 'kapan'. Dia nggak tau mesti menjawab apa :D

Ayah: "Reva sudah makan ?"
Reva: "Sudah"
Ayah: "Kapan ?"
Reva: "Kapan"

Di kesempatan lain...

Ayah: "Reva sudah mandi ?"
Reva: "Sudah"
Ayah: "Kapan ?"
Reva: "Kapan"
Ayah: "Reva, kalo Ayah tanya kapan, jangan diikuti tapi dijawab. Diulang lagi ya. Reva sudah mandi ?"
Reva: "Sudah"
Ayah: "Kapan ?"
Reva keliatannya mikir sebentar dan akhirnya menjawab: "Besok"

Yah lumayanlah besok juga hahaha.

Di waktu yang lain...

Bunda: "Reva sudah makan ?"
Reva: "Sudah"
Bunda: "Kapan ?"
Reva: "Kapan"
Bunda: "Iya, kapan ?"
Reva: "Kapan"
Bunda: "Iya, Bunda nanya kapan"
Reva (dengan hopeless-nya): "Hhhh... Yepa enggak tau"

Huahahaha.

***************

Udah jadi kebiasaan Reva kalo nyanyi, sering menyebutkan judul lagunya lebih dulu, diikuti dengan aba2 "satu dua tiga". Terutama kalo dia nyanyi pake mic ato nyanyi untuk direkam di HP. Judul lagunya tentu aja dia karang sendiri. Dicari kata yang paling cocok dengan lirik lagu itu :D

"Nyanyi... BINTANG. Satu dua tiga. Bintang kecil, di yangit yang tinggi. Amat banyak, kahiyat angkaca (gak tau kenapa 'menghias' jadi 'kahiyat' hehe). Aku ingin tebang menayi. Jauh tinggi ke tempat kau ada"

"Nyanyi... MATAAYI. Satu dua tiga. Mataayi tebenam, hayi muyei mayam. Tedengah buyung hantu, suaya medu. Kukuk... kukuk..."

"Nyanyi... NAIK KA PUNCAK. Satu dua tiga. Naik naik ka puncak gunung. Tinggi tinggi cekayi. Kiyi kanan ku yiat saja banyak pohon cemaya"

"Nyanyi... SATU-SATU. Satu dua tiga. Satu satu aku cayang ibu. Dua dua aku cayang ayah. Tiga tiga cayang adek kakak. Satu dua tiga cayang cemuanya"

"Nyanyi... CICAK. Satu dua tiga. Cicak cicak di dinding. Diam diam meyayap. Datang seekoh nyamuk. Hap yayu ditangkap"

Dan lagu-lagu lainnya.

Yang agak aneh lagu 'Burung Kakaktua'. Dulu, begini cara nyanyinya:
"Nyanyi... NENEK. Satu dua tiga. Nenek cudah tua. Giginya tinggah dua. Tek dung 3x ya ya ya. Tek dung 3x ya ya ya buyung kakaktua"

Lalu meningkat begini:
"Nyanyi... NENEK. Satu dua tiga. Buyung kakaktua. Hinggap di jendeya. Nenek cudah tua. Giginya tinggah dua. Tek dung 3x ya ya ya. Tek dung 3x ya ya ya buyung kakaktua"

Bunda suka kasih tau Reva kalo lagu itu judulnya bukan 'Nenek' tapi 'Burung Kakaktua'. Setiap dia bilang lagu 'Nenek', Bunda ingetin kalo judulnya 'Burung Kakaktua'. Kemajuan pun terjadi.

Bunda: "Reva mau nyanyi ?"
Reva, pegang mic: "Iyah"
Bunda: "Nyanyi apa ?"
Reva: "Nyanyi... BURUNG KAKAK. Satu dua tiga. Buyung kakaktua. Hinggap di jendeya. Nenek cudah tua. Giginya tinggah dua. Tek dung 3x ya ya ya. Tek dung 3x ya ya ya buyung kakaktua"

*pingsan*

Posted by Bunda Reva @ 8:36 AM   4 comments

Friday, July 07, 2006

Cuti & 'Tingko-Tingko'

Wah lama juga ya nggak apdet blog :D Minggu kemaren cuti seminggu. Kebetulan si mbak asisten mau pulang kampung, ya udah sekalian aja Bunda dan Ayah cuti. Rencana berlibur sih seabrek, tapi apa daya, sampe Bandung Reva malah sakit. Badannya panas banget. Belum Bunda bawa ke dokter, cuma kasih penurun panas aja. Ternyata selama 2 hari masih begitu, meskipun dia serasa nggak sakit, tetep heboh. Akhirnya Bunda bawa ke dokter anak. Radang tenggorokan :(
Setelah Reva sehat, Bunda gantian yang nggak enak badan. Batal deh nyoba2 resto, cafe, dll hehe. Jangankan resto, batagor dan cilok deket rumah aja nggak sempet Bunda kunjungi hiks.

Untuk kedua kalinya, Bunda pergi ke Palasari. Bunda udah bawa list novel yang bakal dibeli. Bedanya, ke Palasari yang pertama (akhir Mei lalu) nggak bawa Reva, kali ini bawa. Baru juga beberapa menit milihin buku di satu kios, Ayah udah keringetan ngejar2 Reva yang lari2 di sepanjang lorong kios2 buku. Di kios yang pertama Bunda dapet 3 buku, termasuk Digital Fortress-nya Dan Brown (Di Gramed harganya 69.900, disitu 50.000 hehe). Maksud Bunda mau pindah ke kios laen tapi Ayah ngajak pulang karena udah bersimbah keringat.

Sebelum pulang, Bunda ke kios sebelah tempat Bunda beli novel untuk bayar buku yang dibeli Ayah. Reva ikutan. Sambil berjinjit dia pegangan meja panjang di kios itu, lalu bergeser dikit2 ke kios sebelah kiri yang saat itu ditutup dengan rolling door (thanks Op, saya meni blank mau nginget nama penutup garasi itu hehe). Terus dia bergeser sambil jinjit sampe akhirnya kedua kakinya ada di pijakan kios yang tutup itu dan tangannya pegangan ke rolling door. Nggak lama kemudian dia mulai panik. Mungkin tangannya mulai terasa nggak kuat menahan berat badannya. Lha namanya rolling door itu khan celahnya sempit2 banget :D Mau turun takut jatuh, mau terus dalam posisi manjat tangannya sakit hehe. Akhirnya Reva teriak2: "Ayah ! toyongin !!!" :D Ya kasian, ya pengen ketawa ngeliatnya hehe.
Ama Ayah Reva nggak diturunin tapi langsung digendong. Kebetulan Bunda dan Tante Indah juga udah selesai. Dalam gendongan Ayah, Reva ketawa2. "Ya ampuuunnn Ayahhhh" katanya dengan gaya Swiper si rubah di serial Dora :D Mending kalo pelan, ini mah kenceng banget. Ayah bilang ama Bunda: "Kapok ah bawa Reva ke Palasari. Aku jadi tontonan orang" hihihi.

Bukan di Palasari aja Reva begitu. Dimanapun dia berada hehe. Aktivitas fisiknya emang edun. Dia nggak pernah capek jalan kaki ato lari. Sejak dia bisa jalan, kereta dorongnya pensiun hehe. Dia lebih suka jalan sendiri ketimbang didorong2 ato digendong. Larinya juga cepet banget. Nyerah deh Bunda kalo disuruh ngejar Reva. Biar Ayah aja. Orang laen di Bandung Supermal jalan santai sambil liat2, Ayah olahraga ngejar Reva hihihi.
Waktu Bunda asik liat2 sepatu di Donatello Dago, di ruangan yang laen Reva naik ke atas tempat duduk melingkar dari kayu. Nggak cukup cuma naek, dia muter2 sambil nyanyi ! Sampe diliatin pengunjung yang sedang berbelanja disitu hehe. Acara di toko sepatu pun diakhiri dengan derai air mata karena tangannya kejepit pintu :D

Dari toko sepatu, Ayah ngajak makan mie ayam di Tubagus Ismail. Reva cuma tahan beberapa menit duduk di bangku kayu. Selanjutnya dia minta duduk di meja, menghadap ke arah pengamen :D Bukan cuma ngedengerin pengamen nyanyi, dia ikutan nyanyi (kenceng !) sambil megang sumpit mie ayam. Reva emang hobi banget nyanyi. Di rumah Uti pun agenda favoritnya adalah nyanyi pake mic hehe.

Ngomong2 soal nyanyi, ada cerita tentang Reva. Beberapa bulan yang lalu Bunda suka denger dia ngomong sendiri. Mengulang-ulang kalimat yang sama.
"Tingko tingko oka. Awah manda oka. Apaka oka. Awah manda oka"

Awalnya Bunda cuek aja. Tapi lama2 penasaran juga, kok kalimatnya selalu sama. Itu lagu ato doa hehe. Kalo lagu kok kayak nggak bernada. Kalo doa (sapa tau diajarkan di TPA), Bunda nggak tau doa apa. Bunda tanya sama Ayah, Ayah juga nggak tau. Tanya ama Reva, dia cuma nyengir.
Baru beberapa minggu yang lalu, Bunda di kamar dengan Reva. Bunda ngajak Reva nyanyi 'Twinkle Twinkle Little Star'. Bunda tau Reva suka lagu itu (ada di salah satu serial Barney).

Bunda: "Twinkle twinkle little..."
Reva: "stah"
Bunda: "How I wonder what..."
Reva: "yu ah"
Bunda: "Up above the world so..."
Reva: "hai"
Bunda: "Like a daimond in the..."
Reva: "ska"
Bunda: "Twinkle twinkle little..."
Reva: "stah"
Bunda: "How I wonder what..."
Reva: "yu ah"

Selesai nyanyi, Reva maenan dengan bonekanya. Nggak lama kemudian, dia ngoceh. "Tingko tingko oka. Awah manda oka. Apaka oka. Awah manda oka".
Bunda tadinya nggak merhatiin. Trus Bunda tersadar.
Bunda: "Reva tadi nyanyi ?"
Reva: "iyah"
Bunda: "Itu lagu Twinkle Twinkle ?"
Reva: "iyah"
Bunda: "Yang ada di film Barney ?"
Reva sambil nyengir: "iyah. Cipa bica ya"
Bunda sampe ngakak. Ternyata selama ini dia nyanyi 'Twinkle Twinkle Little Star' hahaha. Jauh banget yak :D

Beberapa hari setelah kejadian itu, lagu Twinkle Twinkle versi Reva makin baik. Kalimat2 itu mulai bernada hehe. Liriknya pun dia sudah hapal.
"Tingko Tingko litel stah. How ai wonde what yu ah. Ap abov the wod so hai. Laik e daimen in the ska. Tingko Tingko litel stah. How ai wonde what yu ah".

Posted by Bunda Reva @ 9:47 AM   6 comments